Tinta Perjuangan

BUat PeNgUnJunG

Monday, March 21, 2011

YANG BAIK LAGI HALAL ADALAH SYARAT DIKABULKANNYA DO'A


YANG BAIK LAGI HALAL ADALAH SYARAT DIKABULKANNYA DO'A

Dari Abu Hurairah –Radhiallahu ‘Anhu berkata:
Telah bersabda Rasulullah –Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam:
“Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rasul, maka Allah telah berfirman: “Wahai para Rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal shalih” (QS. Al-Mukminuun: 51).

Dan Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 172).

Kemudian beliau –Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo'a:
"Wahai Rabb, wahai Rabb" , sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana orang seperti ini dikabulkan do'anya?".
(HR. Muslim)


Syarh dan Kandungan Hadis:

1. Diantara sesuatu paling agung yang menjadikan amalan seorang mukmin dikabulkan oleh Allah adalah baik dan halalnya makanan yang dikonsumsinya.


2. Tidak dikabulkan bisa berarti tidak sah dan bisa berarti pula tidak mendapatlan pahala dan ganjaran.


3. Allah tidak mengabulkan amalan kecuali yang baik lagi bersih dari segala yang merusaknya.


4. Anjuran untuk mencari penghasilan yang halal dan infak dari yang halal.


5. Para rasul dan umatnya adalah sama dalam beribadah kepada Allah kecuali apabila ada dalil yang menyatakan tentang kekhususan mereka dari umatnya dalam sebagian hukum, yang disebut dengan khushushiyyah.


6. Hadis ini adalah bantahan terhadap ruhbaniyyah (sistem kependetaan/sufi thariqat) yang menolak untuk memakan makanan yang enak lagi lezat walaupun halal dengan alasan menjauhi dunia.


7. Seseorang yang memakan makanan halal yang enak lagi lezat dengan niat agar kuat dalam melaksanakan ketaatan adalah dinilai ibadah dan mendapatkan pahala karenanya.


8. Hendaklah seorang juru dakwah pandai, jeli dan bijaksana dalam menyampaikan dakwahnya dan hendaklah selalu menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai landasan pemikirannya dan selalu menjadikan keduanya sebagai dalil yang membenarkan ucapannya.


9. Diantara sebab-sebab dikabulkan doa adalah:

- Berpegang teguh dengan sunnah, sebagaimana sabda Nabi –Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “…dan sesungguhnya Allah perintahkan orang-orang beriman dengan apa yang Dia perintahkan kepada para rasul…”

- Perjalanan jauh atau musafir (seseorang yang dalam perantauan).

- Menghinakan diri dalam pakaian dan keadaan. Rasulullah –Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Adakalanya seorang yang rambutnya kusut, berdebu, mempunyai dua pakaian lusuh dan tertolak dari pintu-ke pintu (pintu-pintu tertutup baginya), namun jika bersumpah kepada Allah (memohon sesuatu), pasti Dia (Allah) mengabulkannya.” (HR. Muslim dan Ibnu Hibban).

- Menengadahkan kedua tangan ke langit.

- Mengulang-ulang permohonannya dengan menyebut-nyebut nama-nama dan sifat-sifat Allah seperti: Ya Rabb…Ya Rabb…Ya Rabb…

- Makanan dan minuman yang halal lagi baik.


10. Diantara sebab-sebab dikabulkan doa yang tidak dimuat dalam hadis diatas adalah:

- Tidak berdoa untuk maksiat.

- Tidak berdoa hal-hal yang mustahil.

- Hendaklah hatinya hadir dan yakin dikabulkan.

- Tidak terburu-buru mengatakan: “saya sudah berdoa akan tetapi Allah tidak mengabulkan.”

- Banyak memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah –Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada awal, pertengahan dan akhir doa. Dll.


11. Terjerumus dalam yang haram dalam hal makan, minum, pakaian dan gizi adalah menyebabkan terhalangnya doa.


12. Doa ada dua macam: Doa ibadah dan doa masalah. Doa ibadah adalah segala amal ibadah yang kita kerjakan seperti, berdzikir, membaca Al-Qur’an dll. Adapun doa masalah adalah doa-doa permohonan kepada Allah seperti, Ya Allah Ampunilah hamba, berilah hamba rezki, dll.


13. Berkata sebagian salaf: “Sesungguhnya meninggalkan dosa-dosa itu adalah doa.”


14. Diantara penghalang dikabulkannya doa adalah melakukan dosa-dosa. Berkata sebagian salaf: “Janganlah kamu merasa lambat dikabulkan doamu, karena kamu sendiri yang telah menutupi jalan-jalannya dengan maksiat.”


15. Seorang hamba membebaskan dirinya dari harta haram yang sudah terlanjur didapatkannya dan tidak mungkin lagi untuk mengembalikannya adalah dengan cara menyedekahkannya.


16. Doa adalah ibadah karena dalam doa seorang hamba merasa hancur, butuh dan hina dihadapan Allah.

No comments:

Post a Comment